Jakarta, 15 Oktober 2026 – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus mengukuhkan perannya sebagai motor penggerak transformasi digital melalui penyelenggaraan program berkelanjutan AI Connect pada pertengahan Oktober ini. Sebagai inisiatif inklusif yang menjangkau talenta di seluruh penjuru Nusantara, AI Connect secara rutin menggelar ragam seminar tatap muka maupun diskusi daring yang tersebar di sembilan kota strategis, meliputi Aceh, Padang, Jakarta, Bandung, Jogja, Malang, Bali, Makassar, dan Papua. Pada episode webinar kali ini, acara tersebut menghadirkan Deputy Executive General Manager Digital Product Division Telkom Indonesia, Sandhy Widyasthana, guna membedah arah pengembangan kecerdasan buatan dari kacamata industri telekomunikasi serta peluang kolaborasi bagi para inovator lokal.
Gelaran rutin AI Connect ini merupakan wujud nyata dari salah satu pilar penggerak inisiatif Telkom AI Center of Excellence. Inisiatif pusat keunggulan ini dirancang untuk mengorkestrasi visi besar AICosystem, sebuah ekosistem kecerdasan buatan komprehensif yang menjembatani inovasi teknologi dengan kebutuhan nyata industri nasional. Ekosistem tangguh ini beroperasi di atas lima pilar utama yang saling melengkapi. Kelima pilar tersebut mencakup AI Campus untuk sinergi akademik, AI Playground sebagai ruang eksperimen bagi para pengembang, AI Connect sebagai wadah kolaborasi komunitas, AI Hub yang berfungsi mendistribusikan solusi ke berbagai sektor industri, serta AI Native guna mengakselerasi produktivitas internal perusahaan.
Dalam paparannya, Sandhy Widyasthana menjelaskan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan di industri telekomunikasi didorong oleh dua tujuan utama, yaitu penciptaan nilai internal dan eksternal. Dari sisi internal, teknologi cerdas ini difokuskan untuk mendongkrak produktivitas, menjaga kualitas pengalaman pelanggan, serta mewujudkan efisiensi biaya operasional perusahaan. Sementara itu, untuk skala eksternal, kapabilitas yang telah matang kemudian ditawarkan menjadi solusi bagi masyarakat luas guna menciptakan nilai tambah sekaligus sumber pendapatan baru.
Menyadari besarnya kebutuhan infrastruktur masa depan, Sandhy menekankan bahwa kolaborasi dengan pihak ketiga, termasuk startup, menjadi strategi yang jauh lebih efektif dibandingkan jika perusahaan membangun seluruh kapabilitas secara mandiri dari nol. Menurutnya, kerja sama dengan penyedia teknologi akan menghindarkan perusahaan dari risiko keusangan perangkat dan tingginya biaya investasi awal yang dapat membebani permodalan.
Sinergi yang terbangun ini menjadi semakin krusial seiring dengan mandat yang diterima Telkom dari Danantara untuk merintis inisiatif Sovereign AI Backbone. Strategi ini dirancang untuk memastikan Indonesia memiliki kedaulatan atas data, sumber daya komputasi, dan platform digital agar tidak bergantung sepenuhnya pada penyedia asing. Guna mendukung kedaulatan tersebut, para perintis startup dapat memanfaatkan fasilitas AI Playground sebagai ruang uji coba untuk mengembangkan teknologi mereka secara aman. Inovasi yang teruji tersebut kemudian dapat disalurkan melalui AI Hub agar terhubung dengan kebutuhan strategis di lingkup badan usaha milik negara maupun instansi pemerintahan.
Lebih jauh, Sandhy juga membagikan wawasan berharga bagi para pelaku startup yang tengah mencari pendanaan. Ia mengingatkan bahwa kecanggihan teknologi saja tidak cukup apabila tidak mampu mengubah cara kerja manusia atau memecahkan masalah pelanggan secara nyata. Investor kini juga semakin teliti dalam melakukan uji tuntas, termasuk uji kepatuhan etika, untuk memastikan teknologi kecerdasan buatan yang dikembangkan beroperasi secara bertanggung jawab dan mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
Melalui wadah interaktif AI Connect yang tersebar di berbagai penjuru kota ini, Telkom berharap dapat terus memantik semangat inovasi dan mempererat jalinan kolaborasi bersama para pengembang lokal. Perusahaan senantiasa berkomitmen untuk menyempurnakan ekosistem AICosystem guna menciptakan masa depan ekonomi digital Indonesia yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing global.
