Jakarta, 12 Oktober 2026 – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menegaskan peran sentralnya dalam mengakselerasi transformasi digital nasional melalui partisipasi aktif pada rangkaian acara Road to Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026. Dalam kegiatan yang berlangsung di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta pada Kamis (8/10) lalu, Telkom memaparkan strategi komprehensif untuk memastikan adopsi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dapat memberikan nilai nyata bagi keberlanjutan bisnis dan pertumbuhan ekosistem ekonomi digital di Indonesia.
Upaya percepatan adopsi ini direalisasikan oleh Telkom melalui payung besar bernama AICosystem. Konsep ekosistem kecerdasan buatan ini dibangun bukan sekadar sebagai penyedia teknologi, melainkan sebagai fondasi infrastruktur digital, tata kelola data, dan kapabilitas talenta yang terintegrasi secara utuh. Strategi holistik ini digerakkan secara langsung oleh inisiatif Telkom AI Center of Excellence yang beroperasi melalui lima pilar pendorong utama, yakni AI Campus, AI Playground, AI Connect, AI Hub, dan AI Native. Kelima pilar ini bekerja secara simultan untuk memastikan bahwa setiap inovasi yang lahir dapat menjawab tantangan industri dengan tepat sasaran, mulai dari penelitian akademis hingga dukungan operasional bisnis tingkat korporasi.
Pada ajang unjuk inovasi di rangkaian Road to DTIIF 2026, Telkom menyoroti kesiapan infrastruktur cerdasnya melalui kehadiran kapabilitas pilar AI Playground yang melahirkan platform ModelHub. Solusi cerdas ini diperkenalkan sebagai AI Inference Platform berstandar enterprise yang menjadi gerbang akses tunggal terkelola bagi perusahaan. Kehadiran ModelHub menjawab tantangan kompleksitas adopsi teknologi cerdas saat ini, di mana penggunaan berbagai model AI yang terfragmentasi kerap menimbulkan risiko keamanan data, pembengkakan biaya yang tersembunyi, serta kendala visibilitas dalam penggunaannya.
ModelHub dirancang secara khusus untuk mengubah fragmentasi adopsi tersebut menjadi sebuah alur kerja operasional yang sepenuhnya terkelola secara kedaulatan, aman, dan dapat diobservasi secara menyeluruh (real-time observability). Melalui platform ini, entitas bisnis skala besar seperti Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kini dapat dengan mudah menemukan (discover), menguji, serta mengelola akses model kecerdasan buatan dari berbagai penyedia global maupun lokal yang telah disetujui, sesuai dengan anggaran, kualitas, dan kebijakan keamanan data korporasi (policy-based routing). Selain memastikan kepatuhan regulasi, tata kelola akses terpadu yang ditawarkan ModelHub menjadikan kapabilitas analitik dan asisten cerdas ini siap untuk diperluas ke berbagai unit bisnis (scalable for enterprise) tanpa mengorbankan kendali privasi yang krusial.
Direktur Enterprise & Business Service Telkom, Veranita Yosephine, dalam keterangannya menyampaikan bahwa adopsi teknologi cerdas di Indonesia harus dibarengi dengan pembangunan ekosistem yang kuat, meliputi infrastruktur digital, perlindungan data, kesiapan talenta, hingga sinergi lintas sektor. Dengan orkestrasi yang matang, kecerdasan buatan tidak lagi sekadar wacana eksperimental, melainkan telah menjadi instrumen praktis untuk meningkatkan produktivitas, mempertajam pengambilan keputusan strategis berbasis data, hingga menciptakan pengalaman layanan yang memuaskan.
Melalui rangkaian inovasi dan penguatan ekosistem yang dipamerkan dalam forum strategis ini, Telkom senantiasa berkomitmen untuk membuka peluang kolaborasi yang inklusif bersama seluruh pemangku kepentingan. Untuk mengeksplorasi secara komprehensif mengenai fasilitas Telkom AI Center of Excellence, menemukan ragam use case solusi bisnis, serta menjajaki sinergi teknologi cerdas di masa depan, masyarakat dan mitra industri dapat mengunjungi portal resmi kami di ai.digitaltelkom.id.
